SRIKANDI TANIMBAR PIMPIN BUMI HANDAYANI, AKBP ROSANA ALBERTINA LABOBAR JADI KAPOLRES GUNUNGKIDUL
Kado Istimewa HUT ke-78 Polwan RI: Perwira Akpol 2007 dengan Rekam Jejak Memburu Sindikat Narkoba Internasional Kini Dipercaya Menjaga Keamanan Gunungkidul
Gunungkidul TV — Ada momentum yang terasa begitu istimewa ketika sebuah perjalanan panjang berujung pada kepercayaan baru. Di tengah peringatan Hari Jadi ke-78 Polisi Wanita Republik Indonesia, jajaran Kepolisian Resor Gunungkidul kembali mencatatkan sebuah sejarah. Untuk pertama kalinya, tongkat komando Polres Gunungkidul dipercayakan kepada seorang Polisi Wanita.
Sosok itu adalah AKBP Rosana Albertina Labobar, Perwira kelahiran 1986 berdarah Tanimbar, Maluku, tersebut resmi dipercaya memimpin Polres Gunungkidul berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1878/VIII/KEP/2026 tertanggal 30 Agustus 2026. Ia menggantikan AKBP Damus Asa. Penunjukan ini bukan sekadar pergantian pucuk pimpinan. Bagi korps Polwan, hadirnya Rosana di Bumi Handayani menjadi simbol semakin terbukanya ruang bagi perempuan untuk mengemban tanggung jawab strategis di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Bagi Gunungkidul, kedatangan perwira lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 2007 itu juga menghadirkan harapan baru. Sebab, di balik sosok perempuan yang dikenal ramah tersebut, tersimpan pengalaman panjang menghadapi berbagai persoalan keamanan dan penegakan hukum.
Dari Tanimbar Menuju Berbagai Medan Penugasan
Perjalanan AKBP Rosana Albertina Labobar bukanlah perjalanan yang singkat. Kariernya ditempa melalui berbagai medan tugas, mulai dari wilayah kepolisian di luar Jawa hingga kawasan metropolitan Jakarta yang memiliki karakter persoalan keamanan sangat kompleks. Ia pernah dipercaya menjadi Kasat Reskrim Polres Kolaka Utara Polda Sulawesi Tenggara.
Kariernya kemudian berlanjut ke wilayah Jakarta Barat. Sebagai Wakasat Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, Rosana bersentuhan langsung dengan penanganan berbagai perkara narkotika, termasuk kasus-kasus berskala besar. Pengalamannya semakin luas ketika dipercaya memimpin sejumlah kepolisian sektor di Jakarta. Ia pernah menjabat sebagai Kapolsek Tanjung Duren Polres Metro Jakarta Barat, kemudian Kapolsek Tambora Polres Metro Jakarta Barat, hingga dipercaya menjadi Kapolsek Menteng Polres Metro Jakarta Pusat.
Dari kawasan padat penduduk hingga jantung Ibu Kota, berbagai karakter persoalan masyarakat telah menjadi bagian dari perjalanan kepemimpinannya. Tak berhenti di situ. Rosana juga pernah dipercaya sebagai Kasi Sidik Subdit Gakkum Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri, posisi yang membawanya menangani berbagai tindak pidana di wilayah perairan yurisdiksi Indonesia. Dengan pengalaman tersebut, medan tugas di Gunungkidul tentu menjadi babak baru dalam perjalanan kariernya.
Nama Rosana dan Jejak Pengungkapan Narkoba 1 Ton
Salah satu bagian paling mencolok dalam rekam jejak AKBP Rosana adalah keterlibatannya dalam pemberantasan jaringan narkotika. Namanya pernah berada dalam tim yang mengungkap jaringan penyelundupan narkoba internasional, termasuk pengungkapan kasus besar sabu seberat 1 ton di Anyer, Banten.
Pengungkapan kasus tersebut menjadi salah satu catatan penting dalam perjalanan tugasnya di bidang reserse narkoba. Dedikasi dan keberaniannya dalam penegakan hukum kemudian mendapatkan berbagai bentuk penghargaan.
Pada 2017, Rosana mendapatkan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB). Dalam perjalanan kariernya, penghargaan tersebut menjadi salah satu catatan yang menonjol. Dua tahun kemudian, pada 2019, ia menerima Pin Emas Ibu Presiden. Ia juga tercatat memperoleh tiga Pin Emas Kapolri atas berbagai prestasi dalam penegakan hukum dan dedikasinya di institusi Kepolisian. Tidak hanya unggul di lapangan, prestasinya dalam pendidikan pengembangan kepemimpinan juga menonjol.
Saat mengikuti Sespim angkatan 63 tahun 2023, Rosana meraih predikat Polwan Terbaik. Deretan prestasi tersebut menjadi gambaran bagaimana kariernya dibangun: dari lapangan, penegakan hukum, hingga pendidikan kepemimpinan.
Kini Tantangan Baru Menanti di Bumi Handayani
Gunungkidul bukan sekadar wilayah dengan bentang alam karst dan garis pantai panjang. Kabupaten ini memiliki karakter wilayah yang unik. Kawasan perkotaan, pedesaan, destinasi wisata, jalur lintas antarkecamatan, hingga wilayah pesisir menghadirkan tantangan keamanan yang beragam. Pertumbuhan pariwisata juga membuat mobilitas masyarakat semakin tinggi.
Di satu sisi, kondisi tersebut menjadi peluang besar bagi perekonomian daerah. Namun di sisi lain, perkembangan sebuah kawasan juga membutuhkan sistem keamanan yang mampu bergerak mengikuti perubahan zaman. Di sinilah pengalaman AKBP Rosana akan diuji.
Pengalaman menangani narkotika, kriminalitas, wilayah metropolitan, kepadatan penduduk, hingga penegakan hukum di perairan menjadi modal yang cukup beragam untuk memasuki babak baru di Gunungkidul. Namun, tantangan terbesar seorang Kapolres bukan hanya menangani perkara setelah terjadi.bLebih jauh dari itu, bagaimana menghadirkan rasa aman sebelum persoalan muncul. Bagaimana polisi hadir ketika masyarakat membutuhkan. Dan bagaimana institusi kepolisian membangun kepercayaan dengan masyarakat melalui pelayanan yang cepat, humanis, sekaligus tegas.
Srikandi Baru, Harapan Baru
Kehadiran AKBP Rosana Albertina Labobar di Gunungkidul juga membawa pesan yang lebih luas. Perempuan tidak lagi sekadar menjadi bagian dari barisan pendukung dalam institusi penegak hukum. Perempuan juga mampu berada di garis depan, mengambil keputusan, memimpin personel, dan bertanggung jawab terhadap keamanan sebuah wilayah. Karena itu, momentum pengangkatan Rosana menjadi Kapolres Gunungkidul terasa semakin istimewa bertepatan dengan peringatan HUT ke-78 Polwan RI.
Dari Tanimbar, Maluku, perjalanan kariernya membawanya melewati berbagai medan tugas hingga akhirnya tiba di Bumi Handayani. Kini, masyarakat Gunungkidul menanti bagaimana tangan dingin sang srikandi memimpin jajaran Polres Gunungkidul. Bukan hanya untuk menghadirkan penegakan hukum yang tegas, tetapi juga pelayanan yang dekat dengan masyarakat. Sebab pada akhirnya, ukuran keberhasilan seorang Kapolres bukan semata-mata berapa banyak kasus yang berhasil diungkap. Lebih dari itu, adalah seberapa jauh masyarakat merasa terlindungi, didengar, dan mendapatkan keadilan.
Selamat datang di Bumi Handayani, AKBP Rosana Albertina Labobar. Babak baru kepemimpinan Polres Gunungkidul pun dimulai. (Red)







