MERIAH !! LOMBA PENGAGUNGAN NGLINDUR GUNUNGKIDUL TAMPILKAN SENI, BUDAYA, DAN SEMANGAT GOTONG ROYONG SAMBUT HUT RI KE-81 TAHUN
Gunungkidul TV – Semangat menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa begitu hidup di Kalurahan Nglindur, Kapanewon Girisubo. Bukan sekadar menghias kampung dengan bendera merah putih, masyarakat menghadirkan makna kemerdekaan melalui kebersamaan, kreativitas, serta semangat gotong royong dalam ajang Lomba Pengagungan yang digelar Pemerintah Kalurahan Nglindur.
Pada kesempatan tersebut, Padukuhan Nglindur Wetan menjadi wakil yang menampilkan berbagai potensi terbaiknya. Suasana sejak awal berlangsung meriah. Warga dari berbagai kalangan tampak antusias memadati lokasi kegiatan, menyaksikan beragam pertunjukan seni yang menggambarkan kekayaan budaya sekaligus kekompakan masyarakat setempat.
Dentuman ritmis drumband yang dibawakan siswa-siswi SD Nglindur menjadi pembuka yang membangkitkan semangat. Penampilan generasi muda itu disambut tepuk tangan meriah dari masyarakat yang memenuhi sepanjang area kegiatan. Kemeriahan berlanjut ketika alunan musik angklung dari SD Muhammadiyah Unggulan mengalun harmonis. Instrumen tradisional tersebut menjadi bukti bahwa pelestarian budaya terus ditanamkan sejak usia dini, sekaligus menghadirkan hiburan yang memikat para penonton. Tak berhenti di situ, kreativitas pemuda Kalurahan Nglindur turut menjadi sorotan melalui penampilan Tari Penthol Tembem yang dipadukan dengan pertunjukan musik band Karang Taruna. Perpaduan seni tradisional dan modern menciptakan suasana yang semarak, menunjukkan bahwa budaya lokal mampu berjalan beriringan dengan kreativitas generasi muda.
Di tengah rangkaian hiburan, masyarakat juga disuguhkan simulasi keamanan lingkungan yang diperagakan oleh Jaga Warga. Atraksi edukatif tersebut memberikan gambaran pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketenteraman lingkungan, sekaligus memperkuat sinergi antarwarga dalam menciptakan wilayah yang aman dan nyaman. Nuansa kebersamaan semakin lengkap saat kelompok hadroh PKK Kalurahan Nglindur tampil menutup seluruh rangkaian acara. Lantunan shalawat yang menggema menghadirkan suasana religius sekaligus menjadi penyejuk di tengah kemeriahan peringatan kemerdekaan. Namun, Lomba Pengagungan bukan sekadar panggung hiburan. Tim juri melakukan penilaian secara menyeluruh terhadap berbagai aspek penting, mulai dari kebersihan lingkungan, kemeriahan penyambutan HUT ke-81 RI, kelengkapan administrasi padukuhan, hingga potensi lokal yang dimiliki masing-masing wilayah.
Melalui sistem penilaian tersebut, Pemerintah Kalurahan Nglindur berharap setiap padukuhan semakin terpacu untuk terus berinovasi, menjaga lingkungan tetap bersih, memperkuat tata kelola administrasi, sekaligus mengembangkan potensi yang menjadi identitas wilayah masing-masing.
Lurah Nglindur, Hanan Amshori menegaskan bahwa peringatan kemerdekaan sejatinya bukan hanya tentang kemeriahan perayaan, melainkan menjadi momentum mempererat persatuan dan membangun kepedulian sosial di tengah masyarakat. “Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kalurahan Nglindur berharap semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan dalam kemeriahan perayaan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, meningkatkan partisipasi masyarakat, melestarikan seni budaya, serta membangun lingkungan yang bersih, tertib, aman, dan sejahtera,“ ujarnya.
Menurutnya, kekompakan dan semangat gotong royong yang ditunjukkan seluruh warga menjadi bukti bahwa nilai-nilai perjuangan para pahlawan masih hidup dan terus diwariskan dalam kehidupan bermasyarakat. Lebih dari sekadar perlombaan, Lomba Pengagungan menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperlihatkan jati diri kampungnya. Tradisi, budaya, kreativitas, hingga kepedulian terhadap lingkungan berpadu menjadi satu dalam semangat merah putih yang menyatukan seluruh warga.
Di Kalurahan Nglindur, kemerdekaan tidak hanya diperingati, tetapi benar-benar dirayakan melalui aksi nyata. Dari langkah kecil menjaga kebersihan, melestarikan budaya, memperkuat keamanan, hingga membangun solidaritas, seluruhnya menjadi wujud cinta kepada bangsa yang tumbuh dari tingkat padukuhan. (Red)
Editor: Gunungkidul TV


