SAH ..!! FORKOM DESA WISATA GUNUNGKIDUL RESMI DIKUKUHKAN, SEMANGAT BARU MENGHIDUPKAN WISATA BERBASIS WARGA
Gunungkidul TV – Suasana hangat penuh optimisme terasa di Balai Budaya Kalurahan Karangrejek, Kapanewon Wonosari, Jumat siang (22/05/2026). Di tengah semilir angin dan denyut semangat masyarakat desa, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul resmi mengukuhkan kepengurusan Forum Komunikasi Desa Wisata (Forkom Desa Wisata) Kabupaten Gunungkidul periode 2026–2031.
Momentum ini bukan sekadar seremoni pergantian kepengurusan. Lebih dari itu, pengukuhan tersebut menjadi penanda lahirnya semangat baru untuk memperkuat pariwisata berbasis masyarakat yang selama ini menjadi denyut utama wisata di Bumi Handayani.
Hadir dalam kegiatan itu jajaran Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul, pemerintah kapanewon, lurah, hingga para pengelola desa wisata dari berbagai wilayah. Kebersamaan yang terjalin menggambarkan satu harapan besar: menjadikan desa wisata sebagai kekuatan ekonomi rakyat yang tumbuh dari akar budaya dan kearifan lokal.
Ketua Forkom Desa Wisata terpilih, Agung Nugroho, tampil penuh semangat dalam sambutan perdananya. Bersama delapan belas pengurus yang baru dikukuhkan, ia membawa visi besar untuk membangkitkan kembali gairah wisata lokal agar semakin berkembang dan berdaya saing. Menurut Agung, kolaborasi menjadi kunci utama dalam membangun ekosistem pariwisata yang sehat dan berkelanjutan. “Fokus utama organisasi ini adalah membangun kerja sama yang lebih erat antara pengelola desa wisata dengan pihak pemerintah kalurahan,” ujarnya.
Langkah awal yang akan dilakukan Forkom Desa Wisata adalah memetakan potensi di setiap wilayah secara menyeluruh. Dari pantai, perbukitan, budaya, hingga wisata edukasi dan UMKM lokal, semuanya akan disusun menjadi paket wisata terintegrasi yang lebih menarik bagi wisatawan.
Konsep tersebut dinilai penting karena wisatawan masa kini tidak hanya mencari tempat untuk dikunjungi, tetapi juga pengalaman yang berkesan dan dekat dengan kehidupan masyarakat lokal. Di Gunungkidul, potensi itu sesungguhnya tumbuh begitu alami. Desa-desa wisata hadir dengan karakter uniknya masing-masing. Ada yang menawarkan pesona alam, ada yang kuat dalam budaya tradisional, kuliner khas, hingga pengalaman hidup pedesaan yang kini semakin diminati wisatawan perkotaan.
Melalui sinergi yang kuat antara masyarakat, pemerintah, dan pengelola wisata, sektor pariwisata diharapkan mampu berkembang tanpa kehilangan identitas lokalnya. Investasi pembangunan pun diharapkan tetap berjalan seiring dengan upaya menjaga nilai budaya dan kelestarian lingkungan.
Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul, Hary Sukmono, menegaskan bahwa desa wisata merupakan fondasi penting dalam pembangunan pariwisata daerah, khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta. Menurutnya, kekuatan desa wisata terletak pada keterlibatan masyarakat yang menjadi pelaku utama sekaligus penjaga tradisi dan budaya setempat.
Hary juga menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia agar pengelolaan desa wisata semakin profesional dan mampu mengikuti perkembangan kebutuhan wisatawan. Ia berharap kepengurusan baru Forkom Desa Wisata dapat menjadi motor penggerak lahirnya destinasi-destinasi alternatif yang unik, autentik, dan mampu memberikan pengalaman berbeda bagi para pengunjung.
Dengan kepemimpinan baru yang lebih solid dan koordinasi yang semakin terarah, desa wisata di Gunungkidul kini membawa harapan besar untuk terus tumbuh sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Di balik hamparan alam karst dan keramahan warganya, Gunungkidul sedang menyiapkan masa depan pariwisata yang tidak hanya ramai dikunjungi, tetapi juga mampu menyejahterakan masyarakat desa secara berkelanjutan. (Red)







