TOL MASUK GUNUNGKIDUL? BUPATI ENDAH DORONG JALUR HINGGA NGLANGGERAN, PARIWISATA SIAP MELEJIT!
Pemkab Gunungkidul bersama PT Jasa Marga membahas perpanjangan jalan tol hingga Gunungkidul. Akses menuju Nglanggeran diharapkan mampu meningkatkan pariwisata, investasi, dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Gunungkidul TV – Langkah besar tengah diupayakan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul untuk membuka gerbang masa depan yang lebih luas. Harapan agar jalan tol benar-benar menyentuh wilayah Gunungkidul kini mulai menemukan titik terang setelah Pemkab Gunungkidul melakukan pembahasan bersama PT Jasa Marga terkait rencana pengembangan konektivitas jalan tol dari Sleman menuju Gunungkidul.
Pertemuan yang berlangsung di Kantor PT Jasa Marga, Gerbang Tol Purwomartani, Kabupaten Sleman, Rabu, menjadi sinyal kuat bahwa pembangunan infrastruktur bukan sekadar membangun jalan, tetapi juga membuka peluang ekonomi, investasi, hingga pariwisata yang lebih kompetitif.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menegaskan harapannya agar pembangunan jalan tol tidak berhenti di kawasan Bokoharjo, Sleman, melainkan dapat diteruskan hingga memasuki wilayah Kabupaten Gunungkidul. Menurutnya, konektivitas yang semakin baik akan memberikan dampak besar bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat. Akses yang lebih mudah diyakini mampu memangkas waktu perjalanan sekaligus meningkatkan mobilitas wisatawan maupun pelaku usaha.
Salah satu kawasan yang diproyeksikan menjadi titik strategis adalah kawasan wisata Nglanggeran di Kapanewon Patuk. Selama ini, Nglanggeran telah dikenal sebagai destinasi wisata kelas dunia yang menawarkan panorama alam, embung, hingga kawasan Gunung Api Purba yang memikat wisatawan domestik maupun mancanegara. Prestasi Nglanggeran yang baru saja meraih juara pertama dalam ajang Trisakti Tourism Award semakin memperkuat alasan mengapa kawasan tersebut layak mendapatkan dukungan infrastruktur yang lebih baik.
Bagi wisatawan, hadirnya jalan tol menuju Gunungkidul bukan sekadar mempersingkat perjalanan dari berbagai kota di Pulau Jawa. Lebih dari itu, akses yang semakin mudah diyakini akan meningkatkan jumlah kunjungan wisata, memperpanjang lama tinggal wisatawan, serta menggerakkan sektor ekonomi kreatif, kuliner, penginapan, hingga UMKM lokal.
Bupati Endah menegaskan bahwa keberhasilan proyek ini membutuhkan sinergi berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Pemerintah Daerah DIY, PT Jasa Marga, hingga dukungan pemerintah pusat. Kolaborasi menjadi kunci agar proyek strategis tersebut dapat direalisasikan secara bertahap. Tak hanya sektor wisata, Pemkab Gunungkidul juga menyatakan komitmennya untuk menciptakan iklim investasi yang semakin kondusif. Kemudahan perizinan bagi investor menjadi salah satu langkah yang dipersiapkan agar pembangunan ekonomi daerah berjalan lebih cepat dan berkelanjutan.
Sementara itu, Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan Achmad Purwantono, menjelaskan bahwa pembangunan akses tol dari Purwomartani menuju Bokoharjo terus berjalan. Dari total potensi jalan lingkar sepanjang sekitar 27 kilometer, saat ini hanya tersisa sekitar tiga kilometer pembangunan yang belum selesai. Menurutnya, jalur tersebut memiliki prospek yang sangat besar sebagai koridor utama menuju berbagai destinasi wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta, termasuk kawasan-kawasan unggulan di Gunungkidul.
Apabila rencana perpanjangan jalan tol hingga Gunungkidul benar-benar terealisasi, maka wisatawan dari berbagai daerah akan memiliki akses yang jauh lebih cepat menuju kawasan wisata melalui Exit Tol Purwomartani sebelum melanjutkan perjalanan ke Patuk, Nglanggeran, hingga berbagai destinasi lain di Bumi Handayani. Bagi masyarakat Gunungkidul, kabar ini bukan sekadar tentang pembangunan jalan. Ini adalah harapan baru akan tumbuhnya investasi, terbukanya lapangan kerja, meningkatnya daya saing pariwisata, dan semakin kuatnya posisi Gunungkidul sebagai salah satu destinasi unggulan di Indonesia.
Kini, publik menantikan langkah-langkah lanjutan dari seluruh pemangku kepentingan agar harapan tersebut dapat berubah menjadi kenyataan. Jika konektivitas semakin baik, bukan tidak mungkin Gunungkidul akan memasuki babak baru sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di wilayah selatan Pulau Jawa. (Red)


