KETUM IWO INDONESIA TANTANG DIALOG TERBUKA, HOTMAN PARIS DIMINTA BERI KLARIFIKASI LANGSUNG
Gunungkidul TV – Polemik yang dipicu oleh pernyataan pengacara kondang Hotman Paris Hutapea mengenai wartawan kini memasuki babak baru. Di tengah ramainya perbincangan publik di media sosial, Ikatan Wartawan Online (IWO) Indonesia memilih mengambil langkah yang dinilai lebih elegan: membuka ruang dialog secara langsung.
Alih-alih memperpanjang polemik melalui perang pernyataan di ruang digital, organisasi profesi wartawan tersebut memutuskan untuk mengirimkan surat resmi kepada Hotman Paris guna mengajukan permohonan audiensi. Langkah ini diharapkan menjadi jalan untuk meluruskan persoalan sekaligus memperkuat penghormatan antarsesama profesi.
Ketua Umum IWO Indonesia, Dr. NR. Icang Rahardian, menegaskan bahwa pernyataan yang beredar luas tersebut telah memunculkan kegelisahan di kalangan insan pers karena dinilai merendahkan profesi wartawan yang selama ini menjalankan fungsi kontrol sosial dalam kehidupan demokrasi. Menurutnya, kritik maupun perbedaan pandangan merupakan hal yang lumrah dalam negara demokratis. Namun, penyampaian pendapat tetap perlu mengedepankan etika komunikasi agar tidak melukai martabat profesi lain. “Surat akan kami layangkan besok hari Senin. Kami ingin mendengarkan klarifikasi langsung dari Bapak Hotman Paris terkait pernyataannya yang dinilai menyinggung rekan-rekan wartawan,“ ujar Icang.
Bagi IWO Indonesia, langkah audiensi bukan sekadar meminta penjelasan. Lebih dari itu, organisasi ini ingin membangun budaya dialog yang sehat sehingga setiap persoalan dapat diselesaikan melalui komunikasi yang terbuka, bukan dengan saling memperuncing perbedaan di ruang publik. Di era media sosial, satu pernyataan dapat menyebar dalam hitungan menit dan memicu beragam persepsi. Karena itu, ruang klarifikasi menjadi bagian penting agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh dan tidak terjebak pada potongan-potongan narasi yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.
Pertemuan yang direncanakan tersebut juga diharapkan menjadi momentum untuk mengingatkan kembali posisi strategis pers dalam sistem demokrasi Indonesia. Wartawan memiliki peran sebagai penyampai informasi, pengawas jalannya pemerintahan, sekaligus jembatan antara masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan. Di sisi lain, profesi advokat juga memiliki fungsi penting dalam penegakan hukum. Karena itulah, hubungan yang saling menghormati antara insan pers dan kalangan advokat menjadi modal penting dalam menjaga kehidupan demokrasi yang sehat.
IWO Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan kebebasan pers yang bertanggung jawab, meningkatkan kualitas jurnalistik, serta memberikan perlindungan kepada wartawan dalam menjalankan tugas profesinya di seluruh Indonesia. Kini perhatian publik tertuju pada respons Hotman Paris terhadap surat audiensi tersebut. Apabila pertemuan benar-benar terlaksana, bukan tidak mungkin polemik yang sempat memanas justru berubah menjadi ruang dialog yang memberi pelajaran berharga tentang pentingnya komunikasi, saling menghormati, dan menjaga etika antarsesama profesi di Indonesia. (Red)

