MERTELU GUNUNGKIDUL NAIK KELAS !! PELAYANAN DIGITAL 24 JAM, MOBIL SIAGA HINGGA SMART GREEN HOUSE
Kalurahan Mertelu, Gedangsari, Gunungkidul, terus mendorong transformasi pelayanan publik, penguatan ekonomi, digitalisasi, hingga pengembangan pertanian modern demi menghadirkan pemerintahan yang semakin dekat dengan masyarakat.
Gunungkidul TV — Pemerintahan Kalurahan Mertelu, Kapanewon Gedangsari, Gunungkidul, terus mendorong perubahan pelayanan publik agar semakin dekat, cepat, terbuka, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Di bawah kepemimpinan Lurah PAW Kalurahan Mertelu, Nurhidayat Agustina, berbagai program tidak berhenti sebagai gagasan di atas kertas, tetapi mulai diwujudkan melalui inovasi pelayanan, penguatan ekonomi, hingga penataan lingkungan kalurahan.
Komitmen tersebut salah satunya mengemuka dalam Audiensi Kalurahan Mertelu bersama RT/RW, Bamuskal, dan Pamong Kalurahan Mertelu pada 18 Maret 2026. Forum ini menjadi ruang untuk melihat kembali arah pembangunan sekaligus menyampaikan berbagai program yang telah berjalan maupun yang masih dalam proses pengembangan. Menariknya, wajah pelayanan Mertelu kini mulai bergeser ke arah digital.
Melalui E-MIGIT atau Elektronik Mertelu Digital, masyarakat dapat memperoleh pelayanan umum melalui WhatsApp di nomor 0823-2675-5776. Digitalisasi ini diarahkan untuk mewujudkan pelayanan masyarakat yang dapat diakses secara lebih fleksibel, sejalan dengan visi Kalurahan Mertelu untuk menghadirkan pelayanan digital 24 jam sehari, tujuh hari seminggu. Tidak hanya pelayanan administrasi, Mertelu juga mencoba menghadirkan sistem pengaduan yang lebih dekat dengan warga melalui LAPORLURR Lapor Lurah. Saluran ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan informasi, keluhan, maupun kebutuhan kepada Pemerintah Kalurahan melalui nomor yang sama, 0823-2675-5776.
Dari rumah warga, menuju meja pelayanan
Semangat mendekatkan pemerintah kepada masyarakat juga diwujudkan melalui program Sambel Welut (Sambang Bengi Lurah Pamong untuk Warga Mertelu Terpadu). Melalui program tersebut, Lurah dan pamong turun berdiskusi langsung ke padukuhan. Kegiatan direncanakan berlangsung setiap tiga hingga empat bulan sekali. Konsepnya sederhana, tetapi memiliki makna penting: persoalan warga tidak selalu harus menunggu datang ke kantor kalurahan. Pemerintah justru berupaya hadir di tengah masyarakat.
Ada pula agenda audiensi bersama seluruh kelembagaan se-Kalurahan Mertelu yang dilaksanakan setiap semester atau enam bulan sekali. Forum ini menjadi salah satu cara membangun komunikasi, koordinasi, sekaligus harmonisasi antarlembaga di tingkat kalurahan. Untuk mengukur apakah pelayanan tersebut benar-benar dirasakan masyarakat, Pemerintah Kalurahan Mertelu juga menjalankan survei kepuasan masyarakat setiap empat hingga enam bulan sekali. Survei tersebut diposisikan sebagai instrumen kontrol sosial sekaligus evaluasi terhadap kinerja pemerintah kalurahan.
Ketika layanan kesehatan dan kemanusiaan menjadi prioritas
Di tengah kebutuhan masyarakat, keberadaan armada pelayanan menjadi salah satu program yang mendapat perhatian. Melalui Mobil Siaga 01, masyarakat mendapatkan akses kendaraan untuk pelayanan ke berbagai fasilitas kesehatan dengan biaya Rp50.000, dengan hotline 0822-2428-8010. Sementara itu, Armada Siaga 02 disiapkan khusus untuk kebutuhan lelayu secara gratis, sekaligus dapat digunakan untuk berbagai kegiatan masyarakat secara umum.
Dua program tersebut menunjukkan bahwa pelayanan publik tidak hanya berbicara mengenai administrasi dan dokumen, tetapi juga tentang bagaimana pemerintah hadir ketika masyarakat menghadapi situasi yang membutuhkan pertolongan secara cepat. Dalam pelayanan administrasi kependudukan, Mertelu juga mengembangkan inovasi Tanduk Rusa, sebuah program kerja sama Pemerintah Kalurahan, KUA, dan Kapanewon. Melalui program tersebut, warga yang melangsungkan pernikahan diharapkan dapat memperoleh dokumen kependudukan yang telah diperbarui, termasuk buku nikah, KTP, dan KK.
Layanan lain yang mendapat perhatian adalah percepatan penerbitan akta kematian. Untuk kejadian lelayu pada jam kerja dan dalam kondisi normal, masyarakat dapat memperoleh akta kematian secara langsung. Agar proses tersebut berjalan cepat, Ketua RT dan Dukuh didorong memiliki salinan KK serta KTP warga dan melakukan pembaruan data secara rutin.
CCTV hingga layanan tetap berjalan saat listrik padam
Transformasi Mertelu juga menyentuh aspek keamanan dan keterbukaan informasi. Pemerintah Kalurahan telah memasang CCTV di sejumlah titik strategis. Menariknya, sistem tersebut dirancang agar dapat diakses secara live melalui website kalurahan.
Pelayanan publik juga diarahkan tetap berjalan ketika listrik padam. Fasilitas pelayanan umum dan akses internet dipertahankan agar aktivitas pelayanan masyarakat tidak otomatis berhenti hanya karena gangguan listrik. Di sisi lain, wajah kantor kalurahan juga terus dibenahi. Penataan Balai Kalurahan Mertelu dilakukan agar lingkungan pelayanan menjadi lebih rapi, nyaman, dan bersih. Bahkan, kawasan Balai Kalurahan Mertelu mulai menerapkan kawasan tanpa rokok sebagai bagian dari upaya menciptakan ruang pelayanan publik yang lebih sehat dan nyaman.
Mertelu Hebat: membuka jalan anak muda menuju luar negeri
Pembangunan Mertelu tidak hanya diarahkan pada pelayanan publik. Sektor ekonomi dan peningkatan taraf hidup masyarakat juga menjadi bagian penting dari visi pembangunan. Salah satunya melalui Program Mertelu Hebat, yakni program membuka peluang kerja ke luar negeri melalui kerja sama dengan Amrine Cruise Yogyakarta. Yang menjadi perhatian adalah skema pembiayaannya. Peserta dapat mengangsur biaya setelah bekerja. Program ini diarahkan untuk mendorong anak-anak muda memperoleh pengalaman, keterampilan, sekaligus modal ekonomi sehingga dapat membantu memperbaiki kondisi keluarga dan memutus mata rantai kemiskinan.
Konsep serupa juga menjadi bagian dari misi Kalurahan Mertelu melalui kerja sama dengan LPK, lembaga sertifikasi, serta berbagai mitra lainnya untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia.
Dari pertanian hingga pabrik pakan ternak
Penguatan ekonomi lokal juga mulai diarahkan pada sektor produktif. Kalurahan Mertelu sedang menyiapkan smart green house, persiapan lahan untuk KDMP, serta bantuan perikanan budidaya tematik dengan sistem RAS (Recirculating Aquaculture System). Di sektor UMKM, produk keripik Banana Bliss dari BUMDes Mertelu terus dikembangkan agar memiliki nilai ekonomi yang semakin kuat.
Sementara itu, rencana pembangunan pabrik pakan ternak menjadi salah satu langkah untuk memperkuat rantai usaha masyarakat, terutama sektor peternakan.
Program pupuk juga masih berada dalam tahap on progress. Pemerintah Kalurahan juga membuka ruang kerja sama dengan berbagai universitas. Tujuannya bukan sekadar menjalin hubungan kelembagaan, tetapi menggali potensi Kalurahan Mertelu melalui dukungan pengetahuan, riset, teknologi, dan pengembangan sumber daya manusia.
SITELU, wajah baru Mertelu
Identitas baru juga menjadi bagian dari perjalanan Mertelu. Pemerintah Kalurahan telah meluncurkan maskot Kalurahan Mertelu bernama SITELU. Maskot tersebut diharapkan bukan sekadar simbol visual, melainkan bagian dari identitas dan semangat baru Kalurahan Mertelu dalam membangun pelayanan dan kehidupan masyarakat yang lebih maju.
Jika seluruh program tersebut dirangkai, terlihat satu benang merah: Mertelu ingin membangun pemerintahan yang tidak hanya hadir ketika masyarakat datang ke kantor, tetapi juga aktif mendengar, mendatangi, melayani, mengevaluasi, dan membuka peluang ekonomi.
Visi besar di balik program
Seluruh inovasi tersebut berpijak pada visi pembangunan Kalurahan Mertelu yang mencakup digitalisasi pelayanan masyarakat 24/7 , tersedianya armada ambulan desa, penguatan unit usaha dan potensi kalurahan untuk meningkatkan PAD, peningkatan taraf hidup masyarakat, modernisasi peralatan pertanian dan perkebunan, penguatan rohani dan jasmani, peningkatan harmonisasi antarlembaga, serta pengembangan kesenian dan kebudayaan. Untuk mewujudkannya, Pemerintah Kalurahan Mertelu membuka kerja sama dengan lembaga bersertifikasi dalam digitalisasi pelayanan, perusahaan swasta, BUMN, BUMD, lembaga profit maupun nonprofit melalui program CSR, serta berbagai lembaga pendidikan dan kewirausahaan.
Evaluasi unit usaha dilakukan secara terstruktur. Kapasitas SDM terus didorong melalui kerja sama dengan lembaga sertifikasi dan wirausaha. Penyuluhan dan kegiatan kerohanian juga diarahkan untuk menjaga etos kerja serta motivasi masyarakat. Sementara dalam bidang seni budaya, kelompok-kelompok seni yang ada di Mertelu akan diberikan ruang untuk tampil dalam berbagai kegiatan kalurahan sebagai bentuk pembinaan berkelanjutan.
Pada akhirnya, pembangunan Mertelu bukan semata tentang banyaknya program yang diluncurkan. Ukuran sesungguhnya adalah seberapa jauh program tersebut mampu membuat warga merasa lebih mudah dilayani, lebih cepat mendapatkan bantuan, lebih aman, lebih berdaya, dan memiliki lebih banyak peluang untuk meningkatkan kesejahteraan.
Dari WhatsApp hingga CCTV, dari mobil siaga hingga smart green house, dari layanan administrasi hingga peluang kerja ke luar negeri Kalurahan Mertelu sedang mencoba merajut satu gagasan besar: membangun pemerintahan yang dekat dengan warga sekaligus menyiapkan masyarakat menghadapi masa depan. Dan perjalanan itu masih terus berlangsung. (Red)







