WARGA ERTIGA GARI GUNUNGKIDUL PECAHKAN SUASANA HUT RI KE-81, JALAN SEHAT BERHADIAH 3 KAMBING !!

Ahad pagi berubah meriah ketika warga RT 03 Padukuhan Gari berjalan bersama, berburu hadiah, sekaligus merawat tradisi guyup rukun di tengah masyarakat.

Gunungkidul TV — Bukan sekadar jalan sehat, warga RT 03 Padukuhan Gari membangun kebersamaan lewat senam, Mlaku Bareng, hingga hadiah utama tiga ekor kambing. Kalau biasanya jalan sehat identik dengan kaos seragam, nomor undian dan doorprize, ada yang berbeda di RT 03 Padukuhan Gari, Kalurahan Gari, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul.

Di tengah semarak peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, warga yang akrab menyebut diri mereka sebagai ’warga Ertiga’ itu menggelar kegiatan ’mlaku bareng’ pada Ahad (30/8/2026). Bukan hanya langkah kaki yang bergerak. Pagi itu, suasana kampung juga seolah ikut hidup.

Anak-anak, remaja, hingga orang dewasa berbaur dalam satu kegiatan. Tawa dan sapaan antarwarga menjadi warna tersendiri, sebelum mereka bersama-sama menempuh rute jalan sehat yang telah disiapkan panitia. Yang membuat kegiatan ini semakin menarik, panitia menyiapkan sederet hadiah untuk peserta.

Dan yang paling mencuri perhatian: tiga ekor kambing menjadi hadiah utama. Kambing-kambing tersebut tentu menjadi salah satu daya tarik tersendiri. Sebab, siapa sangka sebuah jalan sehat di tingkat RT bisa menghadirkan hadiah utama yang tidak biasa? Namun bagi warga Ertiga, hadiah bukanlah tujuan utama. Di balik meriahnya undian dan semangat mengikuti jalan sehat, terselip pesan sederhana tentang bagaimana warga menjaga tradisi berkumpul, saling menyapa dan memperkuat rasa kekeluargaan.

Dari Senam, Kemudian Mlaku Bareng

Rangkaian kegiatan diawali dengan senam pagi yang dipimpin langsung oleh Dukuh Gari, Ririn Nuryati. Gerakan demi gerakan diikuti peserta dengan penuh semangat. Setelah tubuh terasa lebih bugar, warga kemudian bersiap mengikuti acara utama, yakni Mlaku Bareng. Langkah kaki pun dimulai. Dengan suasana santai dan penuh keceriaan, warga menyusuri rute yang telah ditentukan panitia. Tidak ada sekat usia. Anak-anak berjalan bersama orang tua, sementara warga dewasa saling bercengkerama sepanjang perjalanan.

Inilah wajah sederhana perayaan kemerdekaan di tingkat kampung. Tidak selalu membutuhkan panggung besar dan acara mewah. Terkadang, kemerdekaan justru terasa ketika warga bisa berjalan bersama, tertawa bersama dan pulang membawa cerita bersama.

Dukuh Gari: Kekompakan Warga adalah Kekuatan

Dukuh Gari, Ririn Nuryati, mengapresiasi antusiasme warga RT 03 dalam mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, kemeriahan HUT Kemerdekaan bukan semata-mata tentang hadiah maupun kegiatan seremonial. Lebih dari itu, momentum kemerdekaan dapat menjadi ruang untuk memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat. “Saya sangat mengapresiasi warga Ertiga yang begitu antusias mengikuti kegiatan ini. Yang paling utama bukan hanya soal hadiah atau jalan sehatnya, tetapi bagaimana kita bisa berkumpul, guyup rukun, saling menyapa dan menjaga kebersamaan.”

Ririn menegaskan, kekompakan warga merupakan salah satu kekuatan penting dalam membangun lingkungan. Semangat kebersamaan yang tumbuh melalui kegiatan sederhana seperti ini diharapkan dapat terus dipertahankan, bukan hanya saat perayaan kemerdekaan.

Ketua RT: Biar Ertiga Makin Kompak

Sementara itu, Ketua RT 03, Naryanto, mengatakan Mlaku Bareng digelar sebagai bagian dari rangkaian kegiatan untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-81. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana mempererat tali silaturahmi dan menjaga kerukunan antarwarga. “Kegiatan ini kami laksanakan dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-81, sekaligus sebagai sarana mempererat tali silaturahmi dan menjaga kerukunan warga RT 03.”

Naryanto berharap semangat kebersamaan, gotong royong dan nasionalisme tidak hanya hadir dalam momentum perayaan kemerdekaan. Tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan warga sehari-hari. “Harapannya, warga Ertiga semakin kompak, guyup dan rukun,” ujarnya.

Tiga Kambing, Ribuan Makna

Tiga ekor kambing mungkin menjadi hadiah yang paling mudah diingat dari Mlaku Bareng RT 03 Gari tahun ini. Tetapi sesungguhnya ada hadiah yang jauh lebih besar dan tidak bisa dibawa pulang menggunakan tali ataupun kendaraan. Yakni kebersamaan. Sebab ketika warga berkumpul, saling mengenal lebih dekat, saling menyapa dan bergembira tanpa memandang usia, di situlah semangat kemerdekaan menemukan maknanya dalam kehidupan sehari-hari.

Dari sebuah kegiatan sederhana di lingkungan RT, tumbuh pesan yang besar: kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga tentang menjaga persatuan di lingkungan tempat kita hidup. Mlaku Bareng warga “Ertiga” akhirnya bukan sekadar soal siapa yang mendapatkan kambing atau doorprize. Lebih dari itu, ini adalah cerita tentang kampung yang memilih untuk tetap guyup, rukun dan bergerak bersama. Karena sejatinya, ketika warga berjalan bersama, sejauh apa pun langkahnya, persaudaraanlah yang menjadi tujuan akhirnya. (Red)

__Terbit pada
Agustus 30, 2026
__Kategori
News