PUNCAK HUT KE-81 RI DI GUNUNGKIDUL, MERAH PUTIH BERKIBAR, 800 PESERTA SATUKAN TEKAD JAGA NKRI dari PUSAT KOTA WONOSARI
Dandim 0730/Gunungkidul bersama Forkopimda dan berbagai elemen masyarakat hadir dalam upacara kemerdekaan yang mengusung semangat Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.
Gunungkidul TV — Denting langkah pasukan, kibaran Merah Putih, dan suasana khidmat menyelimuti Alun-Alun Pemda Wonosari, Senin (17/08/2026). Di tempat inilah Pemerintah Kabupaten Gunungkidul bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan berbagai elemen masyarakat memperingati 81 tahun perjalanan kemerdekaan Republik Indonesia. Upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tersebut bukan sekadar seremoni tahunan. Di balik barisan yang berdiri tegak dan penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih, terselip pesan tentang bagaimana semangat kemerdekaan harus terus diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari menjaga persatuan, menciptakan keamanan, sekaligus mendorong pembangunan yang menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat.
Mengusung tema Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur, upacara berlangsung dengan penuh khidmat. TNI-Polri, ASN, pelajar, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh masyarakat hingga perwakilan berbagai elemen masyarakat Gunungkidul menyatu dalam satu barisan. Suasana semakin sakral ketika Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Gunungkidul menjalankan tugas mengibarkan Sang Saka Merah Putih. Prosesi tersebut kemudian dilanjutkan dengan mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan dan pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan.
Bagi jajaran Kodim 0730 Gunungkidul, momentum tersebut menjadi pengingat bahwa mempertahankan kemerdekaan tidak berhenti setelah perjuangan merebutnya dari penjajahan. Kemerdekaan hari ini adalah tanggung jawab bersama. Komandan Kodim 0730 Gunungkidul, Letkol Inf Alfian Yudha Praniawan, menegaskan pentingnya menjaga sinergi antara TNI, pemerintah daerah, kepolisian dan seluruh komponen masyarakat. “Melalui semangat Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur, Kodim 0730/Gunungkidul siap terus bersinergi dengan Pemkab Gunungkidul, Kepolisian, serta seluruh komponen masyarakat dalam menjaga kondusivitas wilayah, mendukung pembangunan, dan menjaga keutuhan NKRI.”
Pesan tersebut terasa relevan dengan dinamika Gunungkidul yang terus bergerak. Kabupaten dengan wilayah luas dan karakter masyarakat yang beragam ini membutuhkan kolaborasi banyak pihak agar pembangunan tidak hanya terlihat dalam bentuk infrastruktur, tetapi juga terasa dalam keamanan, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga kehidupan sosial masyarakat.
Dari Lapangan Upacara, Pesan Persatuan Digaungkan
Ratusan peserta mengikuti jalannya upacara dengan tertib. Lebih dari 800 peserta tercatat ambil bagian dalam peringatan tersebut. Di antara barisan peserta, tampak jajaran TNI-Polri, aparatur pemerintahan, pelajar, organisasi masyarakat serta tokoh agama dan tokoh masyarakat. Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan satu hal: peringatan kemerdekaan menjadi ruang bersama untuk meneguhkan kembali persatuan. Menariknya, semangat kebangsaan juga hadir melalui keterlibatan mantan narapidana terorisme (eksnapiter) Wasita dan Riyanto. Kehadiran keduanya menjadi gambaran bahwa semangat kebangsaan dan upaya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan tanggung jawab seluruh warga negara.
Kemerdekaan pun akhirnya bukan hanya tentang upacara dan pengibaran bendera. Ia adalah tentang kesempatan untuk memperbaiki diri, membangun daerah, menjaga kerukunan, dan memastikan tidak ada masyarakat yang merasa berjalan sendirian.
Forkopimda Lengkap, Satu Barisan untuk Gunungkidul yang Handayani
Upacara tersebut dihadiri Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih, Ketua DPRD Gunungkidul Dra. Endang Sri Sumiyatini, Sekretaris Daerah Gunungkidul Sri Suhartanta, Dandim 0730 Gunungkidul Letkol Inf Alfian Yudha Praniawan, serta Kapolres Gunungkidul AKBP Damus Asa. Hadir pula Ketua Pengadilan Negeri Wonosari Junita Pancawati, Kepala Kejaksaan Negeri Gunungkidul, Ketua MUI Gunungkidul Dr. KH. Asrofi, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Gunungkidul Drs. Wahyu Nugroho, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul Dr. H. Mukotip.
Dari unsur TNI AU turut hadir Mayor Lek Marwan Purnomo. Sementara dari unsur pemerintah dan penyelenggara pemilu hadir Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Gunungkidul Arisandy Purba, AP., MAP, Ketua KPU Gunungkidul Asih Nuryanti, S.S., serta Ketua Bawaslu Kabupaten Gunungkidul Andang Nugroho. Turut hadir Direktur RSUD Wonosari Dr. Diah Prasetyorini, jajaran OPD Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, PJU Polres Gunungkidul, perwira staf Kodim 0730/Gunungkidul, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh peserta upacara.
81 Tahun Merdeka, Apa yang Harus Dilakukan?
Ketika Merah Putih perlahan mencapai puncak tiang, pesan kemerdekaan terasa sederhana tetapi kuat: Indonesia boleh terus berubah, tetapi semangat persatuan tidak boleh kehilangan tempat. Bagi Gunungkidul, peringatan puncak HUT ke-81 RI menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan daerah sekaligus menatap masa depan.
Menjaga keamanan bukan hanya tugas aparat. Membangun daerah bukan hanya pekerjaan pemerintah. Menciptakan masyarakat yang adil dan sejahtera juga bukan pekerjaan satu kelompok.
Semuanya membutuhkan sengkuyung
Dari Alun-Alun Pemda Wonosari, semangat itu kembali diteguhkan: Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur hanya dapat diwujudkan ketika seluruh elemen bangsa memilih untuk berjalan bersama. Sebab pada akhirnya, kemerdekaan bukan sekadar angka yang bertambah dari tahun ke tahun.
Kemerdekaan adalah amanah yang harus terus diisi dengan kerja, persatuan, kepedulian, dan pengabdian. Dan di Gunungkidul, semangat itu kembali berkibar bersama Merah Putih pada 17 Agustus 2026.







