MOTOR PELAJAR MUHAMMADIYAH GUNUNGKIDUL HILANG DI TROTOAR ALUN-ALUN WONOSARI, POLISI RINGKUS PELAKU SAAT NONGKRONG PAGI
Gunungkidul TV – Suasana pagi di kawasan Alun-Alun Wonosari tampak seperti biasa, Kamis (23/04/2026) aktivitas warga mulai ramai, pegawai masuk ke kantor, sementara sejumlah pelajar berlalu-lalang menuju sekolah.
Namun di balik keramaian itu, aparat kepolisian diam-diam mengamankan seorang pria yang belakangan diketahui sebagai pelaku pencurian sepeda motor milik pelajar. Pria berinisial AF (37), warga Bejiharjo, Karangmojo, ditangkap anggota Reskrim Polsek Wonosari pada Jumat (8/5/2026) pagi. Penangkapan itu menjadi babak penentuan akhir dari pencarian pelaku pencurian motor Honda Spacy putih milik seorang pelajar yang sempat raib di kawasan trotoar Jalan Masjid Alun-Alun Barat Wonosari Padukuhan Kepek II Wonosari.
Korban diketahui bernama Christiano Adityama Kumara (17), pelajar asal Bejiharjo, Karangmojo. Sepeda motor miliknya hilang saat diparkir di sisi timur SMK Muhammadiyah Wonosari pada Kamis (23/4/2026). Peristiwa itu sempat membuat geger lingkungan sekitar sekolah. Di tengah aktivitas belajar yang berlangsung normal, kabar hilangnya motor pelajar cepat menyebar dari mulut ke mulut. Banyak siswa mulai khawatir meninggalkan kendaraan di area parkir terbuka, terlebih lokasi sekitar alun-alun memang dikenal cukup ramai dan padat aktivitas.
Kapolsek Wonosari, Tri Wibawa, mengatakan pengungkapan kasus ini bermula dari penyelidikan intensif yang dilakukan polisi setelah menerima laporan korban. Petugas mengumpulkan rekaman, mencocokkan ciri-ciri pelaku, hingga memetakan pergerakan yang dicurigai berkaitan dengan aksi pencurian tersebut. “Terduga pelaku saat itu berada di alun-alun Wonosari dan langsung dilakukan pemeriksaan. Yang bersangkutan mengakui telah melakukan pencurian sepeda motor tersebut,” ujar Kapolsek.
Dari hasil pemeriksaan sementara, AF diduga menjalankan aksinya dengan cara merusak kunci starter menggunakan kunci T dan obeng. Modus seperti ini masih menjadi salah satu cara yang paling sering digunakan pelaku curanmor karena prosesnya relatif cepat, terutama pada kendaraan yang diparkir tanpa pengamanan tambahan. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga digunakan saat beraksi, mulai dari tas ransel, obeng, kunci T, potongan kabel, hingga sandal milik pelaku.
Bagi korban, kehilangan sepeda motor bukan sekadar kehilangan kendaraan. Motor tersebut menjadi sarana utama untuk menunjang aktivitas sekolah sehari-hari. Akibat kejadian itu, korban diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp6 juta. Kasus ini sekaligus menjadi peringatan penting bagi masyarakat, khususnya para pelajar dan orang tua, untuk meningkatkan kewaspadaan saat memarkir kendaraan di ruang publik. Penggunaan kunci ganda, memilih lokasi parkir yang aman, hingga memastikan kendaraan berada dalam pengawasan menjadi langkah sederhana yang bisa membantu mencegah aksi pencurian.
Sementara itu, polisi masih terus mengembangkan penyelidikan guna memastikan apakah pelaku terlibat dalam kasus pencurian kendaraan bermotor lainnya di wilayah Gunungkidul. Di tengah maraknya aksi curanmor yang menyasar kendaraan pelajar dan warga, keberhasilan pengungkapan kasus ini setidaknya memberi sedikit rasa lega bagi masyarakat Wonosari. (Red)







