DULU TANPA JAMBAN, KINI HIDUP LEBIH SEHAT: KISAH HARU BAPAK EKA DI TMMD KULON PROGO
Gunungkidul TV – Di sebuah sudut Padukuhan Kwarakan, Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Lendah, ada rasa syukur yang tak bisa disembunyikan dari wajah Bapak Eka Purwanto.
Bukan karena sesuatu yang mewah, melainkan karena hadirnya fasilitas sederhana yang selama ini dinanti: sebuah jamban sehat untuk keluarganya.
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Kulon Progo memang tak hanya fokus pada pembangunan fisik seperti jalan atau talud. Lebih dari itu, program ini juga menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat kesehatan lingkungan. Salah satunya melalui bantuan pembangunan jamban atau MCK bagi warga yang membutuhkan.

Bagi keluarga Bapak Eka, bantuan ini bukan sekadar pembangunan fasilitas, tetapi juga perubahan besar dalam pola hidup sehari-hari. Sebelumnya, keterbatasan sarana sanitasi membuat mereka harus beradaptasi dengan kondisi yang jauh dari ideal. Kini, harapan akan hidup yang lebih sehat mulai tumbuh dari halaman rumahnya sendiri. “Terima kasih kepada pemerintah dan TNI, bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami. Selama ini kami belum memiliki jamban yang layak,” ungkapnya dengan penuh rasa syukur, Rabu (29/4/2026).
Tak hanya menerima, Bapak Eka juga berkomitmen menjaga dan merawat fasilitas tersebut. Baginya, jamban ini adalah investasi kesehatan jangka panjang bagi keluarga. Ia pun bertekad untuk rutin membersihkan dan merawatnya agar tetap higienis dan dapat digunakan dalam waktu lama.
Program TMMD kali ini memang dirancang lebih komprehensif. Selain pembangunan fisik, kegiatan nonfisik seperti penyuluhan kesehatan turut digelar dengan melibatkan dinas dan instansi terkait. Edukasi ini menjadi pelengkap penting agar masyarakat tidak hanya memiliki fasilitas, tetapi juga memahami cara menjaga kesehatan diri dan lingkungan.

Babinsa Sidorejo, Sertu Pardi, menjelaskan bahwa total ada lima unit jamban yang dibangun dalam program TMMD Reguler ke-128 di Kalurahan Sidorejo. Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup warga sekaligus menekan risiko penyakit yang kerap muncul akibat sanitasi yang kurang memadai.
Di balik bangunan sederhana itu, tersimpan cerita tentang kepedulian, gotong royong, dan harapan akan masa depan yang lebih sehat. TMMD bukan hanya tentang membangun desa secara fisik, tetapi juga membangun kesadaran bahwa hidup sehat dimulai dari hal paling dasar, dari rumah sendiri. Dan di Kwarakan, satu jamban kini telah menjadi simbol perubahan. (Red)








Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.