TMMD KULON PROGO TANCAP GAS, JALAN RABAT BETON DI SENDEN RAMPUNG DAN SIAP DIGUNAKAN

Gunungkidul TV – Di tengah geliat pembangunan desa yang terus bergerak, langkah-langkah kecil namun pasti kembali terlihat di wilayah Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Lendah, Kabupaten Kulon Progo.

Program TMMD Reguler ke-128 Tahun Anggaran 2026 bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan cerita tentang kolaborasi, ketelitian, dan harapan yang sedang dibangun dari bawah.

Selasa pagi (28/4/2026), Wadan Satgas TMMD Reguler, Kapten Inf Heri Purnomo, turun langsung ke lapangan. Ia menyusuri jalan rabat beton yang baru saja rampung dikerjakan di Padukuhan Senden. Bukan hanya melihat hasil akhir, pengecekan ini menjadi bagian penting untuk memastikan kualitas pembangunan benar-benar sesuai harapan. Jalan sepanjang 92,5 meter dengan lebar 3 meter dan ketebalan 12 sentimeter itu kini telah terbentang rapi. Permukaannya tampak kokoh, menjadi simbol kerja bersama antara Satgas TMMD dan masyarakat setempat. Namun demikian, jalan tersebut belum dibuka untuk umum. Ada proses yang harus dihormati: menunggu beton benar-benar kering agar daya tahannya maksimal. “Meski sudah selesai, jalan ini masih kami tutup sementara. Kendaraan belum bisa melintas karena kami ingin memastikan kualitasnya benar-benar baik,” ujar Kapten Heri, menegaskan pentingnya menjaga mutu, bukan sekadar mengejar penyelesaian.

Langkah hati-hati ini mencerminkan pendekatan pembangunan yang tidak terburu-buru, tetapi berorientasi jangka panjang. Jalan yang kuat hari ini akan menjadi urat nadi aktivitas warga di masa depan.

Di sisi lain, Bati Bakti TNI Kodim 0731/Kulon Progo, Pelda Yuli Haryo Saputro, turut membenarkan bahwa salah satu titik pembangunan rabat beton di Padukuhan Senden memang telah rampung. Namun, proyek TMMD di wilayah ini tidak berhenti di satu titik. Ia menjelaskan, pembangunan rabat beton tersebar di beberapa lokasi strategis. Selain di Senden dengan total panjang mencapai 92,5 meter, 246,5 meter, dan 161 meter, pekerjaan juga dilakukan di Padukuhan Karang sepanjang 100 meter serta Padukuhan Jurug dengan panjang mencapai 600 meter. Setiap ruas memiliki peran penting dalam membuka akses dan memperlancar mobilitas warga.

Lebih dari sekadar angka dan ukuran, pembangunan ini membawa dampak nyata bagi kehidupan sehari-hari masyarakat. Jalan yang sebelumnya sulit dilalui, terutama saat musim hujan, perlahan berubah menjadi akses yang lebih aman dan nyaman. Aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga layanan sosial pun berpotensi meningkat seiring membaiknya infrastruktur.

TMMD kembali menunjukkan bahwa pembangunan bukan hanya tentang fisik, tetapi juga tentang kebersamaan. Di balik setiap meter jalan yang dicor, ada gotong royong, ada keringat warga, dan ada komitmen aparat yang bekerja tanpa lelah. Kini, jalan di Padukuhan Senden memang masih ’beristirahat’, menunggu waktu yang tepat untuk dilalui. Namun ketika saat itu tiba, ia tidak hanya menjadi jalur penghubung, melainkan juga saksi bahwa pembangunan terbaik adalah yang dikerjakan bersama, dengan sabar, dan penuh tanggung jawab.

__Terbit pada
April 29, 2026
__Kategori
News