DARI RUMAH REYOT KE HARAPAN BARU, TMMD DAN WARGA BANGUN HUNIAN LAYAK UNTUK IBU LASINEM

Gunungkidul TV – Di sebuah sudut tenang Padukuhan Kwarakan, Kalurahan Sidorejo, denyut gotong royong terasa hidup sejak pagi menyingsing. Suara palu bertalu, tawa warga bersahut, dan langkah-langkah prajurit yang sigap menyatu dalam satu tujuan menghadirkan harapan baru bagi Ibu Lasinem.

Perempuan sederhana itu tak pernah membayangkan, rumah semi permanen yang selama ini ia tempati perlahan berubah menjadi hunian layak, kokoh, dan sehat. Program TMMD Reguler ke-128 Tahun Anggaran 2026 seolah menjadi titik balik bagi kehidupannya. “Dulu kami hanya bisa bertahan dengan kondisi seadanya. Sekarang, kami seperti diberi kesempatan baru,” tutur Ibu Lasinem dengan mata berbinar, menyimpan rasa syukur yang sulit disembunyikan.

Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) miliknya bukan sekadar proyek fisik. Lebih dari itu, ini adalah cerita tentang kepedulian yang nyata. TNI melalui Satgas TMMD, bersama warga, bahu-membahu tanpa sekat. Tak ada jarak antara seragam loreng dan pakaian sederhana warga—semua melebur dalam kerja bersama.

Beberapa hari sebelumnya, proses pembangunan dimulai dari pembongkaran atap dan genteng rumah lama. Kini, wajah bangunan itu mulai berubah. Dinding demi dinding berdiri, kusen pintu dan jendela mulai terpasang, menandai babak baru yang semakin nyata. Babinsa Sidorejo, Sertu Pardi, menyebut progres pembangunan berjalan sesuai rencana. “Saat ini sudah masuk tahap pemasangan tembok dan kusen. Semua dikerjakan bersama, antara Satgas dan masyarakat,” jelasnya.

Namun yang paling terasa bukan hanya percepatan pembangunan, melainkan semangat kebersamaan yang tumbuh. Warga datang silih berganti membantu, tanpa diminta. Ada yang mengaduk semen, mengangkat material, hingga sekadar menyuguhkan minuman bagi para pekerja.

Bagi Ibu Lasinem, setiap batu yang tersusun bukan hanya bagian dari rumah, tetapi simbol harapan yang selama ini ia nantikan. Rumah yang kelak berdiri bukan sekadar tempat berteduh, melainkan ruang aman untuk menjalani kehidupan dengan lebih layak dan bermartabat. “Semoga semua yang membantu mendapat balasan kebaikan,” ucapnya lirih.

Di tengah hiruk pembangunan, satu hal menjadi jelas: TMMD bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun rasa tentang kepedulian, kebersamaan, dan harapan yang tumbuh di antara mereka yang saling menguatkan.

Dan di Kwarakan hari itu, sebuah rumah sedang dibangun. Bersamaan dengan itu, masa depan pun ikut didirikan. (Red)

__Terbit pada
April 29, 2026
__Kategori
News