NEKAT LAWAN PANAS !! TMMD DAN WARGA KWARAKAN KULON PROGO BANGUN TALUD TANPA KOMPROMI
Gunungkidul TV – Matahari siang itu bersinar tanpa ampun, menyiram Padukuhan Kwarakan dengan panas yang menyengat. Namun di balik terik tersebut, tampak pemandangan yang justru menyejukkan: derap semangat tanpa henti dari Satgas TMMD Reguler ke-128 bersama warga yang bahu-membahu membangun talud jalan, Selasa (28/4/2026).
Di tengah debu dan suara alat kerja yang beradu dengan tanah, keringat yang menetes tak pernah menjadi alasan untuk berhenti. Bagi mereka, setiap adukan semen adalah harapan, setiap susunan batu adalah masa depan yang lebih aman bagi kampung tercinta.

Serka Safuan, anggota Satgas TMMD, menyampaikan bahwa pekerjaan ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan wujud nyata kemanunggalan TNI dan rakyat. “Target kami jelas, talud ini harus selesai tepat waktu dengan kualitas terbaik. Ini bukan hanya soal cepat, tapi bagaimana bangunan ini benar-benar kuat dan bisa digunakan dalam jangka panjang,” ujarnya dengan nada tegas namun penuh kepedulian.
Talud sepanjang 175 meter dengan lebar 1,9 meter dan ketebalan 0,35 meter itu dibangun di sisi jalan yang berbatasan langsung dengan area persawahan. Selama ini, lokasi tersebut kerap menjadi titik rawan, terutama saat musim hujan datang. Air yang meluap dari sawah sering menggerus badan jalan, bahkan mengancam ambrol.
Bagi warga seperti Pak Afan, pembangunan ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi jawaban atas penantian panjang. “Sudah lama kami berharap ada talud di sini. Kalau musim hujan, kami selalu khawatir jalan ini rusak atau longsor. Sekarang, harapan itu mulai jadi kenyataan,” ungkapnya dengan wajah sumringah.
Ia pun tak lupa menyampaikan apresiasi kepada TNI yang telah hadir dan bekerja bersama masyarakat. “Terima kasih untuk bapak-bapak TNI. Kami sangat mendukung pekerjaan ini. Semoga lancar sampai selesai, supaya kami bisa beraktivitas tanpa rasa was-was lagi,” tambahnya.

Program TMMD Reguler ke-128 ini memang menjadi bukti nyata bahwa pembangunan desa tak hanya soal anggaran, tetapi juga tentang kebersamaan. Di Kwarakan, gotong royong bukan sekadar slogan ia hidup dalam setiap ayunan cangkul, dalam setiap tangan yang saling membantu. Ketika talud ini rampung nanti, ia bukan hanya menjadi penopang jalan. Lebih dari itu, ia akan menjadi simbol ketahanan, harapan, dan kolaborasi antara TNI dan masyarakat.
Dan di bawah terik matahari yang sama, cerita tentang semangat ini akan terus dikenang bahwa di sebuah sudut Kulon Progo, panasnya siang tak pernah mampu mengalahkan hangatnya kebersamaan. (Red)








Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.