DARI SWADAYA ANGGOTA, GARDA MAWAR GUNUNGKIDUL BAGIKAN 70 PAKET JUMAT BERKAH KE OJOL, JUKIR & PEDAGANG KECIL

Dari jalanan hingga sudut pasar, Garda Mawar Gunungkidul rutin menyusuri sejumlah titik untuk berbagi pangan kepada mereka yang membutuhkan sebuah gerakan sederhana yang membawa pesan besar tentang kepedulian dan solidaritas.

Gunungkidul TV — Jumat bagi sebagian orang mungkin hanya menjadi penanda berakhirnya aktivitas kerja selama sepekan. Namun bagi Garda Mawar (GM) Gunungkidul, Jumat menjadi momentum untuk turun ke jalan, bertemu masyarakat, sekaligus berbagi kebahagiaan.

Jumat (11/09/2026) suasana berbeda kembali terlihat. Sekitar 70 paket bantuan pangan dan logistik disiapkan dan dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan melalui program rutin bertajuk Jumat Berkah. Bukan dengan seremoni panjang. Tidak pula menunggu masyarakat datang ke satu tempat.

Tim Garda Mawar justru bergerak menyusuri sejumlah titik di wilayah Gunungkidul. Perjalanan dimulai dari kawasan Taman Budaya Gunungkidul, Bundaran Siyono. Dari sana, rombongan bergerak ke arah timur menuju kawasan Pasar Argosari, kemudian menyusuri wilayah Besole, hingga berakhir di sekitar Taman Kuliner dan sepanjang Jalan Agus Salim. Di sepanjang perjalanan itulah paket-paket bantuan diberikan. Sasarannya pun beragam. Ada pengemudi ojek yang setiap hari menggantungkan penghasilan dari jalanan, juru parkir, pedagang kecil, hingga warga yang dinilai membutuhkan uluran tangan.

Bagi penerima, mungkin satu paket bantuan bukanlah sesuatu yang besar. Namun di tengah kebutuhan hidup yang terus berjalan, perhatian kecil semacam itu bisa menjadi penguat bahwa masih ada orang yang peduli.

Berangkat dari Swadaya Anggota

Ketua atau Koordinator Garda Mawar Gunungkidul, Pak Sumanta, didampingi penasihat organisasi, Pak Rintu, menegaskan bahwa program Jumat Berkah lahir dari semangat kepedulian internal anggota. Pendanaan kegiatan tersebut berasal dari swadaya dan kepedulian anggota Garda Mawar. Semangatnya sederhana: apa yang bisa dilakukan, dilakukan bersama. “Harapan utama kami adalah kehadiran Garda Mawar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas, khususnya saudara-saudara kita yang kurang mampu di Gunungkidul,” ujar Pak Sumanta.

Pernyataan tersebut menjadi gambaran bahwa kegiatan sosial tidak selalu harus dimulai dengan sesuatu yang besar. Kadang, kepedulian cukup dimulai dari apa yang dimiliki, dikumpulkan bersama, kemudian disalurkan kepada mereka yang membutuhkan.

Tak Hanya Jumat Berkah

Aktivitas sosial Garda Mawar Gunungkidul juga tidak berhenti pada pembagian paket bantuan setiap Jumat. Organisasi yang memiliki sekretariat di Grogol, Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul, tersebut juga menaruh perhatian pada kebutuhan dasar masyarakat, salah satunya akses air bersih. Garda Mawar turut berupaya membantu penyediaan sarana air bersih, termasuk melalui pembuatan sumur bor maupun penyambungan fasilitas PDAM bagi tempat-tempat ibadah yang membutuhkan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari kepedulian yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung. Sebab air bersih bukan sekadar fasilitas. Bagi banyak warga, air adalah kebutuhan paling mendasar yang menentukan keberlangsungan aktivitas sehari-hari.

Ketika Kepedulian Menjadi Gerakan

Apa yang dilakukan Garda Mawar Gunungkidul mungkin terlihat sederhana: menyiapkan bantuan, menaikkan ke kendaraan, menyusuri jalan, kemudian membagikannya kepada warga. Tetapi dari gerakan sederhana itu muncul pesan yang jauh lebih besar.

Bahwa kepedulian sosial tidak harus menunggu kaya. Tidak harus menunggu menjadi pejabat. Dan tidak harus menunggu memiliki organisasi besar. Ketika orang-orang mau menyisihkan sebagian rezeki dan waktunya untuk membantu sesama, sebuah gerakan sosial bisa tumbuh dari lingkungan paling dekat.

Jumat Berkah Garda Mawar akhirnya bukan hanya tentang 70 paket bantuan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa di tengah berbagai persoalan kehidupan, solidaritas masih menjadi kekuatan yang mampu membuat masyarakat merasa tidak berjalan sendirian. Dan dari jalan-jalan Gunungkidul, pesan itu terus disuarakan: Berbagi mungkin sederhana, tetapi dampaknya bisa luar biasa. (Red)

__Terbit pada
September 11, 2026
__Kategori
News