KEMARAU GUNUNGKIDUL MENGUJI SOLIDARITAS MEMBUKTIKAN, AIR BERSIH MENGALIR KE PULEIRENG TEPUS

Bantuan air bersih RAD 52 DIY menyasar rumah warga, sekolah, PAUD, masjid hingga bak penampungan umum, dikawal Bhabinkamtibmas Polsek Tepus

Gunungkidul TV — Ketika kemarau datang lebih panjang, setetes air bukan lagi sekadar kebutuhan. Bagi sebagian warga Gunungkidul, air adalah harapan untuk memasak, minum, beribadah, hingga memastikan anak-anak tetap bisa belajar dengan nyaman. Suasana itulah yang terasa di Pedukuhan Puleireng, Kalurahan Sidoharjo, Kapanewon Tepus, Kamis (20/8/2026). Sebanyak bantuan air bersih didistribusikan melalui kegiatan bakti sosial RAD 52 DIY dalam rangka Anniversary ke-3.

Distribusi bantuan tersebut mendapat pendampingan dan pengawalan dari jajaran Bhabinkamtibmas Polsek Tepus. Bhabinkamtibmas Kalurahan Sidoharjo, Bripka Hernowo, bersama Bhabinkamtibmas Kalurahan Tepus, Aipda Gatot, turut memastikan proses penyaluran berjalan tertib, aman, dan tepat sasaran. Sejumlah personel lainnya juga terlibat dalam kegiatan tersebut, yakni Iptu Sukrisno, Aipda Suharyono, dan Aipda Andriyana. Kegiatan berada di bawah tanggung jawab Kapolsek Tepus AKP Suryanto, S.Pd.

Dari Bak Umum hingga Sekolah, Air Menyasar Banyak Titik

Bantuan air bersih tidak hanya ditujukan untuk kebutuhan rumah tangga. Sejumlah fasilitas pendidikan, tempat ibadah, hingga bak penampungan umum juga menjadi penerima manfaat. Di Pedukuhan Puleireng, bantuan disalurkan kepada SD Puleireng, Winarasih RT 02/RW 02, Budi Timbul, Suliyem, Masjid An Nur, PAUD Srigunting, Senu, Ngadito, Sukamto, serta Siwi Handayani/Suyetno yang sebagian bantuannya dimanfaatkan untuk mengisi bak umum.

Pemandangan sederhana berupa air yang mengalir ke penampungan menjadi gambaran pentingnya kepedulian bersama di tengah musim kemarau. Bagi sekolah dan PAUD, ketersediaan air berarti aktivitas belajar dapat berjalan lebih nyaman. Bagi masjid, air menjadi bagian penting untuk kebutuhan jamaah. Sementara bagi warga, bantuan tersebut sedikit banyak meringankan kebutuhan sehari-hari ketika sumber air semakin sulit diperoleh.

Polisi Tak Sekadar Mengawal, Tetapi Hadir Bersama Warga

Kehadiran Bhabinkamtibmas dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa tugas kepolisian di tengah masyarakat tidak berhenti pada persoalan keamanan dan ketertiban. Di wilayah yang menghadapi persoalan kekeringan, kehadiran aparat juga menjadi bagian dari upaya memastikan bantuan kemanusiaan dapat diterima masyarakat dengan baik.

Pengawalan dilakukan agar proses distribusi berlangsung lancar sekaligus menjaga komunikasi antara pihak pemberi bantuan dan masyarakat penerima. Semangat gotong royong pun terasa kuat. Bantuan yang datang dari komunitas, kemudian didampingi aparat dan diterima masyarakat, menjadi mata rantai kepedulian yang sederhana namun memiliki arti besar.

Ketika Air Menjadi Simbol Kepedulian

Kekeringan sering kali membuat masyarakat harus beradaptasi dengan keterbatasan. Namun, kondisi tersebut juga memperlihatkan satu hal: kepedulian masih menjadi sumber daya yang tak pernah kering. Apa yang dilakukan RAD 52 DIY dalam momentum Anniversary ke-3 menjadi contoh bahwa perayaan sebuah komunitas tidak selalu harus diwujudkan dalam seremoni. Kepedulian bisa dirayakan dengan cara yang jauh lebih bermakna menghadirkan air untuk mereka yang membutuhkan.

Di Padukuhan Puleireng, bantuan itu mungkin hanya berupa air yang mengisi sebuah bak. Tetapi bagi warga yang sedang menghadapi kemarau, air tersebut membawa pesan yang jauh lebih besar: mereka tidak sendirian menghadapi musim kering. Kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, lancar, dan kondusif. Dan dari Puleireng, sebuah pesan sederhana kembali mengalir: ketika kepedulian bergerak bersama, bahkan di tengah kemarau, harapan tetap bisa menemukan jalannya. (Red)

__Terbit pada
Agustus 20, 2026
__Kategori
News