SILVER VOICE DI MAKASSAR, CARA UNIK BANTU LANSIA KURANGI KESEPIAN DAN BERANI BERCERITA

Program PKM Yayasan Batara Hati Mulia melatih caregiver mendampingi lansia membuat digital storytelling. Hasilnya mencatat penurunan skor kesepian dari 88 persen menjadi 38 persen dan peningkatan ekspresi diri hingga 95 persen.

Gunungkidul TV – Sebuah cerita tentang masa lalu, pengalaman hidup, atau hal sederhana yang pernah dilalui seseorang bisa menjadi pintu untuk membangun komunikasi. Gagasan inilah yang dikembangkan tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) Universitas Negeri Makassar (UNM) melalui Silver Voice di Yayasan Batara Hati Mulia, Kabupaten Gowa.  Program yang berlangsung pada Juni hingga September 2026 tersebut mengajak pendamping lansia atau caregiver memanfaatkan kegiatan digital storytelling sebagai bagian dari pendampingan lansia. Bukan sekadar mengajarkan cara menggunakan podcast, Silver Voice menempatkan caregiver sebagai pihak yang membantu membuka ruang agar lansia dapat menceritakan pengalaman hidupnya dengan cara yang nyaman.

Sebanyak 5 caregiver dan 5 lansia terlibat dalam rangkaian kegiatan. Caregiver menjadi mitra utama program, sementara lansia berperan sebagai pemilik cerita. Mereka diberi kesempatan untuk menentukan pengalaman yang ingin dibagikan, menyusun cerita, kemudian menyampaikannya melalui rekaman audio.  Rangkaian Silver Voice dikemas melalui enam tahapan, mulai dari Membuka Kenangan, Merangkai Cerita, Berbagi Cerita, Mengenal Podcast, Menyuarakan Kenangan, hingga Merayakan Cerita. Prosesnya berlangsung secara bertahap, dari menggali pengalaman hidup hingga mengenalkan peserta pada proses produksi digital storytelling.

Suasana kegiatan pun berkembang dari sekadar aktivitas bercerita menjadi ruang interaksi. Lansia mulai lebih terbuka menyampaikan pengalaman, memberikan respons ketika mendengarkan cerita orang lain, dan terlibat dalam proses perekaman. Cerita yang sebelumnya hanya menjadi bagian dari pengalaman pribadi kemudian memiliki ruang untuk didengar dan dihargai.  Pada saat yang sama, caregiver mendapatkan pengalaman baru dalam mendampingi proses tersebut. Mereka belajar bagaimana menggali cerita tanpa mengambil alih, membangun komunikasi yang nyaman, memberikan kesempatan kepada lansia untuk berbicara, serta mendampingi proses perekaman hingga menghasilkan karya audio. Pengalaman ini memperluas peran caregiver dari pendampingan yang berorientasi pada kebutuhan sehari-hari menuju fasilitasi aktivitas yang mendorong interaksi dan ekspresi diri lansia.

Ketua tim Silver Voice, Firda Aulia Zahra, menilai kemampuan caregiver menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan kegiatan. “Silver Voice tidak hanya bertujuan memberikan aktivitas baru kepada lansia, tetapi terutama mengembangkan kapasitas caregiver agar mampu menjadi fasilitator dalam membantu lansia mengekspresikan diri. Harapannya, keterampilan yang diperoleh dapat terus digunakan sehingga lansia tetap memiliki ruang untuk bercerita, berbagi pengalaman, dan berinteraksi secara bermakna,” ujar Firda.

Cerita yang dihasilkan selama program kemudian berkembang menjadi 6 episode digital storytelling. Karya audio tersebut dipublikasikan melalui media digital, termasuk kanal Spotify SilverVoice PKM PM. Yayasan Batara Hati Mulia juga menerima panduan kegiatan dan perangkat podcast yang dapat digunakan untuk kegiatan berikutnya.

Perwakilan Yayasan Batara Hati Mulia, Iryanti, SKM., S.Ft. Physio., M.Kes., mengapresiasi kegiatan tersebut. “Kegiatan yang diberikan sangat seru dan bermanfaat bagi caregiver dan para lansia. Melalui kegiatan ini, caregiver dapat membantu para lansia mengekspresikan diri sehingga dapat berbagi cerita di media digital. Kami juga mengucapkan terima kasih atas pemberian alat podcast yang dapat membantu dan mempermudah caregiver dalam melanjutkan program podcast ini secara mandiri.”

Cerita-cerita yang lahir melalui Silver Voice kini tidak hanya tersimpan dalam ingatan. Sebagian telah menjadi rekaman yang dapat didengar kembali, sementara caregiver memiliki pengalaman untuk mengajak lansia menggali dan menyampaikan cerita mereka. Bagi Yayasan Batara Hati Mulia, kegiatan bercerita pun memiliki ruang untuk terus hadir sebagai bagian dari aktivitas yang mempertemukan caregiver dan lansia dalam suasana yang lebih komunikatif dan bermakna. (Rahma/Red)

__Terbit pada
September 12, 2026
__Kategori
Ragam