TERNAK KREATOR MAHASISWA UNY MAKIN BERANAK PINAK !! 50+ CAMPAIGN, 150+ CREATOR, 8 KALI REPEAT ORDER
Platform crowdsourcing karya mahasiswa UNY ini membangun jembatan baru antara UMKM yang butuh promosi dan content creator lokal yang mencari peluang campaign.
Gunungkidul TV — Di tengah semakin ramainya dunia digital, promosi sebuah produk tidak lagi cukup hanya mengandalkan spanduk, brosur, atau unggahan di akun bisnis sendiri. Ada satu kekuatan baru yang semakin diperhitungkan: content creator lokal. Mereka yang mengenal karakter daerah, memahami bahasa audiens, sekaligus mampu mengemas pengalaman menjadi konten yang menarik.
Dari peluang inilah, sejumlah mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mengembangkan Ternak Creator, sebuah platform crowdsourcing creator yang mencoba mempertemukan dua kebutuhan sekaligus: UMKM yang membutuhkan promosi dan content creator yang membutuhkan peluang campaign. Menariknya, perjalanan Ternak Creator kini mulai memasuki fase yang lebih menjanjikan.
Hingga September 2026, Ternak Creator telah menjalankan lebih dari 50 campaign bersama 20 UMKM di DIY. Namun, bukan hanya jumlah campaign yang menjadi catatan.
Ada angka lain yang justru menjadi perhatian: 8 repeat order.bArtinya, delapan pelanggan memilih kembali menggunakan layanan Ternak Creator setelah sebelumnya menjalankan campaign. Dalam dunia bisnis, pelanggan yang kembali bukan sekadar angka tambahan. Repeat order menjadi bagian dari proses pembuktian bahwa sebuah layanan mulai menemukan kecocokan dengan kebutuhan penggunanya.
Bagi Ternak Creator, pengalaman tersebut menjadi momentum untuk terus mengevaluasi sekaligus mengembangkan layanan agar semakin relevan bagi UMKM.
Tak Lagi Sekadar Campaign Reguler
Kebutuhan promosi setiap usaha tentu berbeda. Ada UMKM yang cukup membutuhkan campaign sederhana dengan content creator. Namun, ada pula yang membutuhkan konsep promosi lebih spesifik, jumlah creator tertentu, hingga skema kolaborasi yang disesuaikan dengan karakter produk dan target audiens.bTernak Creator kemudian mengembangkan layanan Custom Campaign.
Salah satu implementasinya dilakukan melalui kerja sama dengan Wirawisata Goa Pindul.bProject tersebut menjadi gambaran bahwa kebutuhan promosi digital tidak selalu bisa diseragamkan. Ada campaign yang membutuhkan pendekatan khusus dan kolaborasi yang dirancang berdasarkan kebutuhan mitra.
Di sinilah Ternak Creator mencoba mengambil peran: bukan hanya sebagai penghubung, tetapi juga sebagai bagian dari proses membangun pola kolaborasi promosi yang lebih fleksibel.
Dari Google Form, Kini Mulai Beranjak ke Website
Pertumbuhan tidak hanya terlihat dari sisi jumlah campaign dan pelanggan. Di balik layar, Ternak Creator juga mulai membenahi ekosistem kreatornya. Saat ini, telah terbangun jejaring lebih dari 150 content creator.
Jumlah tersebut menjadi modal penting untuk membangun sistem crowdsourcing yang dapat mempertemukan kebutuhan campaign dengan creator yang sesuai. Menariknya, pengelolaan creator yang sebelumnya masih menggunakan Google Form, kini mulai dialihkan ke website.
Perubahan tersebut menjadi bagian dari upaya membuat proses pengelolaan creator lebih terstruktur, sekaligus membuka ruang bagi pengembangan sistem yang lebih terintegrasi. Dengan kata lain, Ternak kreator tidak hanya sedang mengejar banyaknya campaign.
Mereka juga sedang membangun fondasi. Ketika UMKM Butuh Promosi, Creator Butuh Panggung Di satu sisi, UMKM membutuhkan cara promosi yang mampu menjangkau calon pelanggan secara lebih dekat dan relevan. Di sisi lain, para content creator lokal membutuhkan ruang untuk menunjukkan kreativitas sekaligus memperoleh kesempatan mengikuti campaign.
Dua kebutuhan inilah yang coba dipertemukan Ternak Creator. Model kolaborasi dua sisi tersebut menjadi bagian penting dari arah pengembangan platform. UMKM memperoleh akses kepada jejaring creator lokal, sementara creator mendapatkan peluang untuk terlibat dalam berbagai campaign.
Jika ekosistem ini terus berkembang, hubungan tersebut bukan hanya soal transaksi campaign, tetapi juga berpotensi membentuk jaringan promosi digital lokal yang semakin aktif.
Dari Ide Mahasiswa Menuju Ekosistem Digital Lokal
Perjalanan Ternak Creator menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu harus dimulai dari perusahaan besar. Sebuah ide yang lahir dari lingkungan mahasiswa pun dapat berkembang ketika diuji langsung melalui kebutuhan pasar.
Catatan 50+ campaign, 20 UMKM, 8 repeat order, serta 150+ content creator menjadi bagian dari perjalanan tersebut. Angka-angka itu tentu bukan garis akhir. Justru menjadi pijakan untuk melihat apakah sebuah platform mampu terus bertumbuh, memperbaiki layanan, dan mempertahankan kepercayaan pengguna.
Di tengah geliat ekonomi kreatif dan transformasi digital, Ternak Creator kini membawa satu gagasan sederhana namun relevan: ketika UMKM membutuhkan promosi dan creator membutuhkan kesempatan, keduanya bisa dipertemukan dalam satu ekosistem.bDari DIY, sebuah model kolaborasi digital sedang tumbuh.
Dan seperti namanya, Ternak Creator tampaknya memang sedang berusaha “beternak” peluang memperbanyak campaign, memperluas jejaring creator, dan membuka lebih banyak ruang kolaborasi bagi pelaku usaha lokal. (Red)







