GUNUNGKIDUL PERCEPAT PENURUNAN STUNTING, WAKIL BUPATI: SELURUH ELEMEN HARUS BERGERAK BERSAMA WUJUDKAN GENERASI EMAS
Gunungkidul TV – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terus memperkuat komitmen dalam mempercepat penurunan angka stunting. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Gunungkidul yang digelar di Ruang Rapat Handayani, Kantor Sekretariat Daerah Gunungkidul, Selasa (28/7/2026).
Rapat yang diselenggarakan oleh Bapperida Gunungkidul itu berlangsung pukul 09.30 hingga 11.00 WIB dan dihadiri sekitar 80 peserta. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Gunungkidul Joko Parwoto, Kepala Dinas Kesehatan Ismono, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kisworo, Kepala Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja Kelik Yuniantoro, Sekretaris Bapperida Sugeng Prihartanto, Sekretaris DPMKP2KB Muhammad Farkhan, serta perwakilan Panewu Anom dan UPT Puskesmas se-Kabupaten Gunungkidul.
Dalam arahannya, Wakil Bupati Joko Parwoto menyampaikan apresiasi atas capaian Kabupaten Gunungkidul yang berhasil menurunkan prevalensi stunting secara konsisten selama tiga tahun terakhir. Berdasarkan data pemerintah daerah, angka stunting turun dari 22,2 persen pada 2023, menjadi 19,7 persen pada 2024, dan kembali menurun menjadi 16,62 persen pada 2025. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh pihak melalui berbagai program inovatif yang melibatkan pemerintah, tenaga kesehatan, pemerintah kalurahan, organisasi masyarakat, hingga partisipasi aktif warga.
Meski demikian, Joko mengingatkan bahwa keberhasilan tersebut belum menjadi akhir perjuangan. Masih terdapat ribuan balita yang mengalami stunting sehingga diperlukan langkah yang lebih terarah dan berkelanjutan. “Penurunan angka stunting ini patut kita syukuri, tetapi tidak boleh membuat kita lengah. Masih banyak anak yang membutuhkan perhatian dan intervensi agar dapat tumbuh sehat dan optimal,“ tegasnya.
Sebagai bagian dari percepatan penanganan, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul telah menetapkan 10 kalurahan prioritas pada tahun 2026 berdasarkan Keputusan Bupati Gunungkidul Nomor 147 Tahun 2025. Kesepuluh kalurahan tersebut meliputi Pacarejo, Semanu, Dadapayu, Ngeposari, Semin, Ngalang, Tegalrejo, Hargomulyo, Kemadang, dan Giripurwo.
Penetapan lokus prioritas dilakukan berdasarkan sejumlah indikator, di antaranya jumlah balita stunting, prevalensi stunting, ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK), angka unmet need keluarga berencana, hingga akses rumah tangga terhadap air minum layak. Selain menetapkan wilayah prioritas, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul juga menerbitkan Surat Edaran Bupati Nomor 32 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Intervensi Serentak Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (P3S). Program tersebut menitikberatkan pada pendataan, penimbangan, pengukuran, verifikasi, pencatatan, dan pelaporan kondisi ibu hamil, ibu menyusui, serta balita melalui Posyandu.
Dalam rapat koordinasi tersebut, peserta juga membahas kebijakan penanganan stunting, evaluasi capaian semester pertama tahun 2026, serta strategi pelaksanaan berbagai intervensi pada semester berikutnya. Joko Parwoto menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh organisasi perangkat daerah, pemerintah kapanewon, pemerintah kalurahan, dunia usaha, akademisi, organisasi masyarakat, dan seluruh lapisan warga.
Ia juga menyoroti keberhasilan program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) dan Gerakan Ayah Teladan yang dinilai mampu meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya pencegahan stunting sejak dini. “Seluruh OPD harus menjalankan program unggulannya masing-masing, tetapi tetap bergerak dalam satu arah dan satu tujuan. Penanganan stunting membutuhkan kerja bersama, bukan kerja sendiri-sendiri,“ ujarnya.
Menutup arahannya, Wakil Bupati mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat sinergi guna mengejar target nasional prevalensi stunting di bawah 14 persen pada tahun 2027. “Stunting adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita satukan langkah untuk mewujudkan Generasi Emas Gunungkidul yang sehat, cerdas, bebas stunting, dan memiliki daya saing tinggi,“ pungkasnya. (Red)

