PANTAI WEDIOMBO GUNUNGKIDUL KEMBALI JADI RUMAH PENYU, 83 TUKIK BERHASIL DISELAMATKAN DAN DILEPASLIARKAN
Gunungkidul TV – Hamparan ombak Pantai Wediombo pada Senin (4/8/2026) menjadi saksi lahirnya harapan baru bagi kelestarian satwa laut yang dilindungi. Sebanyak 83 ekor tukik atau anak penyu dilepasliarkan ke habitat alaminya setelah berhasil diselamatkan dari lokasi penetasan yang berada di bawah jalan pintu masuk kawasan wisata Pantai Wediombo, Kapanewon Girisubo.
Momen penuh makna ini bermula dari laporan petugas SAR Pantai Wediombo yang menemukan puluhan tukik telah menetas di lokasi yang cukup berisiko. Menindaklanjuti laporan tersebut, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih, bersama jajaran Kapolres Gunungkidul dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, langsung turun ke lokasi untuk memastikan seluruh tukik yang masih hidup dapat diselamatkan dan dikembalikan ke laut.
Satu per satu tukik mungil itu bergerak perlahan menuju deburan ombak. Pemandangan tersebut menjadi simbol harapan sekaligus pengingat bahwa pesisir Gunungkidul masih menjadi rumah alami bagi penyu untuk bertelur dan berkembang biak. Bupati Endah mengatakan, pelepasliaran ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk nyata komitmen bersama dalam menjaga keberlangsungan ekosistem laut. “Sebanyak 83 ekor tukik berhasil diselamatkan dan hari ini kita lepaskan kembali ke laut. Ini merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap kelestarian satwa yang dilindungi sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem laut,“ ujar Endah.
Berdasarkan pendataan di lokasi, ditemukan 108 tukik dan telur penyu. Dari jumlah tersebut, 83 ekor berhasil diselamatkan, 17 ekor ditemukan dalam kondisi mati, satu butir telur belum menetas, sedangkan tujuh butir telur lainnya pecah dan membusuk. Data tersebut menjadi gambaran bahwa perjalanan hidup seekor penyu sejak menetas memang penuh tantangan. Selain ancaman alami, aktivitas manusia di kawasan pesisir juga menjadi faktor yang dapat mengurangi tingkat keberhasilan hidup tukik hingga dewasa. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mengajak seluruh masyarakat, pelaku wisata, dan wisatawan untuk ikut menjaga habitat penyu. Apabila menemukan sarang penyu maupun tukik, masyarakat diminta tidak memindahkan atau mengambilnya sendiri, melainkan segera melaporkannya kepada petugas agar dapat ditangani sesuai prosedur konservasi.
Bupati Endah berharap, puluhan tukik yang dilepas hari ini mampu bertahan hidup di lautan lepas hingga kelak kembali lagi ke pesisir Gunungkidul untuk bertelur, melanjutkan siklus kehidupan yang telah berlangsung selama ribuan tahun. Menurutnya, menjaga kelestarian penyu bukan hanya tugas pemerintah atau petugas konservasi, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Kepedulian terhadap satwa yang dilindungi merupakan bagian penting dalam menjaga keseimbangan alam sekaligus mewariskan kekayaan hayati laut kepada generasi mendatang.
Pelepasliaran 83 tukik di Pantai Wediombo pun menjadi pesan bahwa setiap langkah kecil untuk menjaga alam akan membawa dampak besar bagi masa depan. Di tengah derasnya arus modernisasi, kepedulian terhadap lingkungan tetap menjadi investasi terbaik agar pesisir Gunungkidul terus menjadi rumah yang aman bagi penyu dan berbagai kehidupan laut lainnya. (Red)


